Ini Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya

Ini Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya

Admin
Rabu, 23 Desember 2020

 Ini Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya


Kehadiran vaksin virus corona sangat dinanti oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan hadirnya vaksin dipercaya bisa mengurangi bahkan menghentikan penyebaran virus corona. Tidak mengherankan jika perusahaan-perusahaan farmasi di dunia kemudian berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin virus corona. Salah satu vaksin yang diciptakan dan sedang dalam proses uji klinis adalah vaksin Sinochem. Lantas, apa perbedaan vaksin ini dengan vaksin corona lainnya?


5 Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya

Ini Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya
Ini Perbedaan Vaksin Sinochem dengan Vaksin Corona Lainnya  (gambar: Tempi.co)


Perlu diketahui jika vaksin Sinochem juga dikenal dengan nama vaksin Sinovac atau Coronavac. Vaksin ini berasal dari China dan diciptakan oleh perusahaan Sinovac dan dipercaya sangat ampuh alam untuk mencegah dan juga mengendalikan penyebaran virus corona. Inilah beberapa perbedaan vaksin Sinochem dengan vaksin lainnya.


1. Virus yang Digunakan

Perbedaan pertama vaksin Sinochem dengan vaksin corona lainnya yaitu vaksin ini merupakan vaksin non-aktif yang bekerja menggunakan partikel virus yang sudah dimatikan atau virus yang tidak aktif lagi. Teknologi ini membuat vaksin bisa dikembangkan dengan cepat.  Partikel virus tersebut dimatikan dengan tujuan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh manusia terhadap keberadaan virus tanpa menimbulkan risiko penyakit serius.

Teknologi yang digunakan dalam vaksin Sinochem bisa dikatakan lebih tradisional tetapi sudah ada banyak bukti yang berhasil menggunakannya. Contohnya seperti vaksin Rabies. Sedangkan vaksin corona lain seperti Moderna atau Pfizer merupakan vaksin mRNA. Vaksin mRNA itu sendiri yaitu jenis vaksin baru. Hingga saat ini belum ada contoh yang berhasil menggunakan jenis vaksin ini.


2. Temperatur Penyimpanan

Ada banyak keunggulan yang dimiliki oleh vaksin Sinochem atau Sinovac. Salah satu keunggulannya yaitu vaksin ini bisa disimpan di dalam lemari es dengan suhu 2-8 derajat celcius. Sedangkan untuk vaksin corona lain seperti Moderna harus disimpan di dalam lemari es dengan suhu -20 derajat celcius. Untuk vaksin Pfizer perlu disimpan dalam lemari es dengan suhu -70 derajat celcius.

Fakta ini kemudian membuat vaksin Sinochem lebih berguna bagi negara berkembang seperti Indonesia. Alasannya dikarenakan mayoritas negara berkembang belum bisa menyimpan vaksin dalam jumlah besar, terlebih harus menyimpannya di dalam suhu yang rendah. Menyimpan vaksin dalam jumlah besar dengan suhu rendah pastinya membutuhkan infrastruktur yang memadai.


3. Cara Kerja Vaksin

Adapun cara kerja vaksin Sinochem yaitu bisa memicu adanya respons kekebalan tubuh dengan sangat cepat. Akan tetapi, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin ini dalam tubuh tidaklah lebih banyak dari antibodi yang berhasil terbentuk pada masyarakat yang sudah pulih dari virus corona.

Untuk vaksin corona seperti Pfizer ketika disuntikkan maka akan membentuk antibodi dan juga mengaktifkan sel penyaji antigen yang disebut dengan sel T. Sel T berfungsi untuk mencari dan juga menghancurkan sel yang terinfeksi virus corona.


4. Harga Vaksin

Berbicara mengenai vaksin maka masyarakat akan mempertanyakan berapa harganya. Menurut Bio Farma harga vaksin Sinochem sebesar Rp 200.000. Harga yang dipatok tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga vaksin Moderna. Dimana vaksin Moderna dipatok dengan harga sebesar USD 33 atau sekitar Rp 464.000 per dosis.

Namun harga vaksin Sinochem jauh lebih mahal daripada harga vaksin Oxford. Vaksin Oxford itu sendiri dipatok dengan harga USD 4 atau sekitar Rp 56.000 per dosis.


5. Efek Samping Vaksin

Menurut Ketua Tim Uji Klinis vaksin Sinovac di Indonesia, Prof Kusnadi menyebutkan bahwa vaksin Sinochem bisa dikatakan aman. Ini dikarenakan tidak ditemukan hal-hal yang merugikan relawan yang menerima vaksinasi. Efek samping sebenarnya ditemukan tetap dalam skala kecil dan tingkat ringan pada sebagian relawan.

Jika Anda ingin tahu lebih dalam mengenai perkembangan uji coba vaksin Sinochem atau jenis vaksin lainnya, Anda bisa melihatnya melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi kesehatan yang satu ini memang memberikan informasi terlengkap dan terpercaya seputar dunia kesehatan. Bahkan, Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi dengan dokter melalui aplikasi ini. Jadi, Anda bisa berkomunikasi dengan dokter tanpa harus pergi keluar rumah.